Poet’s Silver-Studded Shoes

Poet's Silver-Studded Shoes
Poet's Silver-Studded ShoesIstilahPoet’s Silver-Studded Shoes
KelangkaanRaritystrRaritystrRaritystrRaritystr
StatsRelic, Kaki
SumberCavern of Corrosion: “Garis Depan Perang Berdarah” Castrum Kremnos
Set Relic
Poet of Mourning Collapse
Poet of Mourning Collapse
Efek Set Relic2: Quantum DMG +10%.
4: Mengurangi 8% SPD pengguna. Sebelum memasuki pertempuran, jika SPD pengguna kurang dari 110/95, CRIT Rate pengguna akan meningkat 20%/32%. Efek ini juga berlaku pada Memosprite pengguna.
Level Maksimal12
CeritaSepatu yang bertatahkan paku perak ini akan meninggalkan jejak berbentuk huruf di atas pasir. Demi mengumpulkan puisi-puisi di masa lalu, dia tidak pernah menghentikan langkah kakinya.

Daftar Isi
Stats
Gallery
Cerita

Stats

+12
Stats Dasar
Class HP
28.75%
Class ATK
28.75%
Class DEF
35.94%
Class SPD
16.43
Sub-Stats
Class HP
135.48 ~ 152.42 ~ 169.35
Class ATK
67.74 ~ 76.21 ~ 84.68
Class DEF
67.74 ~ 76.21 ~ 84.68
Class HP
13.82% ~ 15.55% ~ 17.28%
Class ATK
13.82% ~ 15.55% ~ 17.28%
Class DEF
17.28% ~ 19.44% ~ 21.6%
Class SPD
8 ~ 9 ~ 10
Class CRIT Rate
10.37% ~ 11.66% ~ 12.96%
Class CRIT DMG
20.74% ~ 23.33% ~ 25.92%
Class Effect Hit Rate
13.82% ~ 15.55% ~ 17.28%
Class Effect RES
13.82% ~ 15.55% ~ 17.28%
Class Break Effect
20.74% ~ 23.33% ~ 25.92%

Cerita

"Manusia tidak bisa menemukan jejak Thanatos. Ada juga legenda yang bilang kalau tidak ada orang hidup yang bisa melintasi Sungai Jiwa. Sebenarnya sungai itu mengalir ke mana?"

Kami tidak pernah mendengar tentang naga raksasa itu, apalagi melihat ritual yang membangkitkan darah dan daging di dalam buku kuno ... ada pendengar yang mengungkapkan keraguannya. Penyair itu pun menjawab, dia bukan keturunan dari kota tua, dia juga tidak tahu apakah naga raksasa yang jahat itu benar-benar ada. Ini hanyalah sebuah puisi turun-temurun yang dia dengar dari penyair generasi lalu.

Kalau tidak ada yang menyanyikannya, sejarah kota tua akan tertutup oleh debu dan semuanya akan memudar seiring dengan waktu: Kota yang berjaya di masa lalu ditelan oleh arus Sungai Jiwa, berubah menjadi tempat yang bahkan dibenci oleh anjing liar dan burung bangkai. Itulah kutukan yang ditinggalkan oleh arwah yang ditelan oleh naga jahat.

"Ratapan untuk negeriku ...."
"Tuan putri itu bangkit kembali dalam wujud naga jahat!"
"Lalu, dia menelan alkemis, perwira yang pemberani, dan raja bodoh itu."
"Sebuah pesta berdarah memanggil datangnya bayangan kematian yang membinasakan kota tua itu ...."

Ingatlah nama kota yang sudah binasa itu! Inilah kisah tentang "Styxia" yang dinyanyikan oleh penyair bersepatu paku perak. Dia mengumpulkan kisah hanya demi cerita itu sendiri, sama seperti huruf-huruf yang ditinggalkan oleh sepatu paku perak itu. "Kenanglah kisah ini dan lupakan aku."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TopButton