| Istilah | Eternal Verses of Amphoreus | |
| Kelangkaan | ||
| Stats | Relic, Link Rope | |
| Sumber | Divergent Universe: Ekstraksi Planar Ornament “Omni-Synthesizer” – Synthesis Relic | |
| Set Relic | Efek Set Relic | 2: Meningkatkan |
| Level Maksimal | 15 | |
| Cerita | Di akhir cerita, data dari tiga puluh juta kehidupan menjelma menjadi puisi yang utuh, dan masa-masa yang dituliskan oleh sang penulis akan senantiasa hidup dalam kenangan galaksi, takkan pernah pudar. |
| Daftar Isi |
| Stats |
| Gallery |
| Cerita |
Stats
| Stats Dasar | |
64.8% | |
19.44% | |
43.2% | |
43.2% | |
54% | |
| Sub-Stats | |
203.22 ~ 228.62 ~ 254.03 | |
101.61 ~ 114.31 ~ 127.01 | |
101.61 ~ 114.31 ~ 127.01 | |
20.74% ~ 23.33% ~ 25.92% | |
20.74% ~ 23.33% ~ 25.92% | |
25.92% ~ 29.16% ~ 32.4% | |
12 ~ 13.8 ~ 15.6 | |
15.55% ~ 17.5% ~ 19.44% | |
31.1% ~ 34.99% ~ 38.88% | |
20.74% ~ 23.33% ~ 25.92% | |
20.74% ~ 23.33% ~ 25.92% | |
31.1% ~ 34.99% ~ 38.88% | |
Gallery
Cerita
| Di dalam puisi berjudul "Amphoreus", waktu adalah lembarannya, dan kekacauan adalah pembukaannya. Darah emas mengukir jejak perlawanan, dan para pahlawan yang mengejar api memimpin upaya besar penciptaan. Bab "Perjalanan", menyampaikan pesan penyelamatan dunia, dan ribuan hari esok terbit perlahan-lahan. Bab "Hukum", beradu melawan para dewa, agar dunia mampu berdiri mandiri di antara bintang-bintang. Bab "Samudra", sekalipun ombak hancur, dengan teguh melawan kehampaan selama seribu tahun. Bab "Romansa", memimpin Perjalanan Pengejaran Api, dan benang emas menenun masa depan bagi semua orang. Bab "Pertikaian", penaklukan yang diwarnai darah dan api, serta luka-luka yang mengukir kemuliaan dalam kesepian. Bab "Tipu Muslihat", kebohongan yang membungkus ketulusan, meneruskan cahaya dalam malam abadi. Bab "Kehidupan dan Kematian", memeluk jiwa yang tersesat, serta membuat siklus hidup dan mati terus bergulir. Bab "Rasionalitas", mengorbankan hidupnya untuk api, sementara jiwa mempertanyakan kebenaran dunia. Bab "Langit", secercah cahaya menyembuhkan hati, menambal fajar dan senja dengan kehendak manusia. Bab "Penopang Dunia", api amarah membakar penjara, dan pahlawan membawa cahaya fajar. Bab "Bumi", melebur garis keturunan Permanence, serta melindungi makhluk yang mengembara di bumi. Bab "Waktu", menjaga jutaan masa lalu, sebagai penghormatan terhadap kenangan yang tak terlupakan. .... Selama tiga puluh juta kehidupan, seorang gadis menggenggam pena dan memelihara "hati" yang polos dengan memori. Tiga belas warna akhirnya melebur menjadi warna "kasih". Ketika bintang jatuh melintasi angkasa, pahlawan dari luar angkasa mengambil alih pena tersebut dan memulai kembali Perjalanan Pengejaran Api bersama rekan-rekannya. Dengan cara "Trailblaze", mereka menuliskan akhir yang berbeda dari sebelumnya. Di akhir cerita, bunga-bunga bermekaran di tanah kemurnian yang abadi. Di kala malam, cahaya bintang berkilauan, dan di kala siang, orang-orang terbangun sambil mengusap sudut mata mereka. Angin barat bertiup lembut, dan orang-orang saling mengucapkan selamat pagi, sama seperti selama tiga puluh juta kehidupan sebelumnya. Di sini, cerita menuliskan tanda titik, bagai matahari yang tak lagi menyilaukan mata, bagai kompas "Trailblaze", juga bagai mata yang dipenuhi kasih sayang. "Di dunia ini, mereka menyatukan darah emas yang membara ke dalam tubuh mereka. Akankah takdir masa depan mengingat nama mereka?" Kini, pertanyaan dalam puisi itu telah mendapatkan jawabannya. Memori yang terbangun di saat fajar tidak akan melupakan ... nama Amphoreus. |

goddamn hoyo wanna make us pay for new characters forever😭😭😭